Syah dan Tidaknya Memakai Jasa Nikah Siri Solo

Masalah nikah siri di Indonesia sekarang makin banyak jadi bahan pembicaraan. Ditambah
praktek jasa nikah siri Solo diibaratkan cuma untuk jalan, untuk memberikan kepuasan nafsu yang menggebu. Ingin penuhi keperluan biologis, bukan zina tapi juga tidak terdaftar.

Dalam Islam, praktek nikah siri memang dibetulkan, asal syarat dan rukunnya tercukupi. Wali, dua saksi,
mahar, dan ikrar nikah harus tercukupi. “Bila penuhi syarat dan rukun itu, karena itu bisa dipastikan syah secara agama,” Kata Jasa Nikah Siri Solo. Tetapi, penerapan nikah siri tidak usai sampai di sana. Sebagai muslimin, Islam memerintah untuk patuh ke pimpinan yang adil. “Wahai beberapa orang yang memiliki iman, taatlah ke Allah, taatlah ke Rasul, dan pimpinan kalian,” katanya mencuplik Alquran surah An-Nisa ayat 59. Di Indonesia, proses pernikahan telah ditata dalam undang-undang. Salah satunya titik tekannya ialah terdaftarnya pernikahan seorang, dalam administrasi negara berbentuk Kantor Masalah Agama (KUA).
“Oleh karenanya, karena itu pendataan administrasi nikah syah,” jelas ustadz yang telah berpengalaman isi khotbah itu.

Haramnya nikah siri

Nikah siri jadi haram, bila upacara ‘sakral’ itu cuman jadi argumen untuk menghalalkan jalinan biologis. Cari kepuasan gairah sex, tanpa niat membuat mahligai rumah tangga. “Ucapkanlah ke lelaki mukmin, sebaiknya mereka meredam penglihatannya dan memiara kemaluannya?” Al-Quran surah An-Nur ayat 30. Kebalikannya, Islam benarkan penerapan nikah siri bila dilaksanakan sebagai mediator terlaksananya pernikahan sah, berdasar ketentuan pemerintahan. “Bila nikah siri arahnya untuk masa datang akan mencatat pernikahannya di KUA, karena itu halal,” jelasnya

Ketetapan pendataan perkawinan

seperti ditata dalam Pasal 2 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Mengenai Perkawinanbertujuan supaya terjaga keteraturan perkawinan untuk warga Islam (Pasal 5 Ayat (2) KHI) dan untuk jamin keteraturan hukum (legal order) sebagai instrument kejelasan hukum, keringananhukum, dari sisi sebagai bukti orisinal ada perkawinan. Kemampuan hukum perkawinan di balik tangan/nikah sirri di Indonesia, menurut Hukum Islam ialah syah jika memenuhirukun dan semua syarat syahnya nikah walau tidak dicatat. Karena syariat Islam dalamAl-Quran atau Sunnah tidak atur secara nyata mengenai ada pendataan perkawinan.Sedang menurut hukum positif, nikah sirri ini tidak syah karena tidak penuhi salah satu syarat syah perkawinan yakni pendataan perkawinan ke Petinggi Pencatat Nikah. Tanpa pendataan, karena itu pernikahan itu tidak memiliki akte orisinal berbentuk buku nikah tanyakan selanjutnya pada Jasa Nikah Siri Solo.